Ketika Kekerasan Meraja lela...
Ketika Kesewenangan makin Membara...
Api...Amuk...Kemarahan !!!
Ketidak Puasan..Kecemburuan Sosial dibungkus kepentingan Rakyat...
Atas nama Demokrasi dan reformasi...
Dimana NURANI ?
Dimana MELU HANDARBENI ?
Dimana Kasih Embun Pagi ?
Ya ILLAHI RABBI....
Ampuni dosa Negeri ini...
Ampuni kesalahan kami semua..
Ampuni kami karena keserakahan kami..
Ketika kami semua salah urus...
ZAMRUD KHATULISTIWA ini jadi Porak Poranda..
Ya TUHAN Kami...
meski begitu kami YAKIN...
Akan ada Fajar Esok Pagi..
Akan ada Cahaya setelah kegelapan...
Akan ada Kebenaran setelah Angkara...
Ada KeSADARan tumbuh Subur setelah peraturan gagal menata....
~ sbp ~
Kamis, 26 November 2015
Sabtu, 14 November 2015
MENGEJAR HARAPAN MERAIH MMPI
GUBUG JUNGGUL
GUBUG
adalah Tempat tinggal/rumah/wadah (dalam bahasa jawa) terbuat dari
material kayu yang Sederhana tapi penuh Makna...
JUNGGUL adalah Nama Kampung / Tlatah di Lereng Gunung Ungaran kabupaten semarang jawa tengah Indonesia.
Suatu Wadah Sederhana penuh makna untuk saling meLaras Rasa tentang warisan budaya Leluhur.
Salah satu wujud warisan leluhur adalah bangunan berbentuk arsitektur tradisional Jawa Tengah yang disebut " rumah joglo".
Dalam pemetaan tata ruang rumah joglo ada 3 ruang utama yaitu :
Pendopo...Pringgitan...Dalem.
~PENDOPO
: Ruang yang terletak di depan dan terbuka,berkaitan dengan filosofi
orang jawa yang selalu bersikap ramah,terbuka dan tidak memilih dalam
menerima tamu,biasanya tidak diberi meja / kursi hanya tikar sebagai
tempat duduk sehingga antara tamu dan yang punya rumah mempunyai
kesadaran dalam pembicaraan/ngobrol terasa rukun.
Jumat, 09 Oktober 2015
TEMBANG KANGEN ku
Serambi kayu kunikmakti sorot mata teduh yang tlah matang oleh perjalanan cerita...Sapa Jiwamu memeluk teduh jiwaku...
Masih tersisa rasa rindu di sudut ruang tak berpintu...
Menunggu penjaga masuk tanpa mengetuk..
Masih terasa Tetes air hujan basahi tanah yang tetap kering menahan debu..
Tampak tatap mata teduh mengundang tuk melabuhkan rindu..
Bibirmu yang terkatup membuat slalu ingin ku kecup...
Aku Masih Kangen..
KASIH datanglah bersama Api agar dapat kudekap hangatmu di dadaku..
KASIH hadirlah dengan angin agar senantiasa menemaniku dalam tiap helaan nafasku..
KASIH mengalirlah seperti air yang mengisi tiap ceruk tiap celah hidup..
Menyegarkan Sembuhkan dahaga membawa kehidupan dan kebangkitan..
KASIH kemarilah bagai Tanah tempatku menumbuhkan Cinta..
Meletakkan harapan Baru dimasa datang..
Menjadi tempatku Membaringkan diri..
Getarkan rasa Cintamu Sepenuh Penyerahan diri karena SADAR akan diri yang tiada daya dan upaya...
Getaran Cinta bagaikan Air Bah yang Menembus Batas..
Semakin Jauh Langkah menapaki keSEJATIan...Tipis sekat Gelap dan Terang...
Semakin dalam menyelam kedalam Samudra Kasih ada dan Tiada apa bedanya...
Terbang diKetinggian menjelajah Ruang..mengarungi Waktu...
Semakin kecil kita dalam genggaman kuasaNYA..
Dibelahan hati...diantara detak jantung biarlah dirimu ada..
Mengalir bersama darah hingga ke ujung nadi..
Getarkan rasa Cintamu Sepenuh Penyerahan diri karena SADAR akan diri yang tiada daya dan upaya...
Getaran Cinta bagaikan Air Bah yang Menembus Batas..
Semakin Jauh Langkah menapaki keSEJATIan...Tipis sekat Gelap dan Terang...
Semakin dalam menyelam kedalam Samudra Kasih ada dan Tiada apa bedanya...
Terbang diKetinggian menjelajah Ruang..mengarungi Waktu...
Semakin kecil kita dalam genggaman kuasaNYA..
Dibelahan hati...diantara detak jantung biarlah dirimu ada..
Mengalir bersama darah hingga ke ujung nadi..
Rabu, 07 Oktober 2015
KARYA SASTRA JAWA KLASIK
DARMAGANDHUL.
Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang
salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama
Islam.
Gancaran basa Jawa ngoko.
Babon asli tinggalane
K.R.T. Tandhanagara, Surakarta.
Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959
Toko Buku "Sadu-Budi" Sala.
BÊBUKA.
Sinarkara sarjunireng galih, myat carita dipangikêtira, kiyai
Kalamwadine, ing nguni anggêguru, puruhita mring Raden Budi,
mangesthi amiluta, duta rehing guru, sru sêtya nglampahi dhawah,
panggusthine tan mamang ing lair batin, pinindha lir Jawata.
Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang
salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama
Islam.
Gancaran basa Jawa ngoko.
Babon asli tinggalane
K.R.T. Tandhanagara, Surakarta.
Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959
Toko Buku "Sadu-Budi" Sala.
BÊBUKA.
Sinarkara sarjunireng galih, myat carita dipangikêtira, kiyai
Kalamwadine, ing nguni anggêguru, puruhita mring Raden Budi,
mangesthi amiluta, duta rehing guru, sru sêtya nglampahi dhawah,
panggusthine tan mamang ing lair batin, pinindha lir Jawata.
Rabu, 30 September 2015
FAJAR ESOK HARI
Tuhanku !
Program ini berasal dari IlhamMU !
Berasal dari Mimpiku...
Berasal dari Air Mataku...
Berasal dari Jerit Nuraniku...
Melihat Generasi Hari Esok !
Terkoyak...
Terpuruk...
Terlena oleh MAYA....!
Terlupakan REALITA...!
Terlupakan masa depan BANGSA...!
Tuhanku...
Kami percaya akan Bantuan dan KuasaMU !
Sebagaimana pernah KAU berikan pada :
Nabi - Nabi MU !
Wali - Wali MU !
Para Ilmuwan !
Para Budayawan !
Yang memulai babak baru / kemajuan / Perubahan..
Berangkat dari MIMPI dan ILHAM MU !
Seperti mimpi Bapak -Bapak Pendiri Bangsa ini !
Tentang KEMERDEKAAN !
Izinkan kami Ya TUHAN !
Menyongsong Terbit......
Fajar Esok....Zaman Baru !
Amien....
Batu Malang JATIM
Selasa Kliwon
13 Agustus 1996
Program ini berasal dari IlhamMU !
Berasal dari Mimpiku...
Berasal dari Air Mataku...
Berasal dari Jerit Nuraniku...
Melihat Generasi Hari Esok !
Terkoyak...
Terpuruk...
Terlena oleh MAYA....!
Terlupakan REALITA...!
Terlupakan masa depan BANGSA...!
Tuhanku...
Kami percaya akan Bantuan dan KuasaMU !
Sebagaimana pernah KAU berikan pada :
Nabi - Nabi MU !
Wali - Wali MU !
Para Ilmuwan !
Para Budayawan !
Yang memulai babak baru / kemajuan / Perubahan..
Berangkat dari MIMPI dan ILHAM MU !
Seperti mimpi Bapak -Bapak Pendiri Bangsa ini !
Tentang KEMERDEKAAN !
Izinkan kami Ya TUHAN !
Menyongsong Terbit......
Fajar Esok....Zaman Baru !
Amien....
Batu Malang JATIM
Selasa Kliwon
13 Agustus 1996
THE RHAPSODY OF SOUL
“ The Rhapsody of Soul ”
Kidhung Agung Sang Jiwa
Dengarlah ….!!!
Ada banyak suara music, disekitar kita,
Dalam hembusan angin…. Dalam cahaya !
Musik, ada disekitar kita …!!
Yang harus kita lakukan, … hanyalah … membuka diri … !
Mendengarkan!
( by. August Rush )
Dalam “ Serat Hidayat jati-nya “ Ranggowarsito!
Dalam Bhagawat Gita – nya, Resi Vyasa!
Dalam “ Lagu Gelombangnya, G. Kahlil Gibran!
Ada banyak PRALAMBANG, dibalik kata-kata nan elok dan lembut, tersembunyi kekuatan dasyat tuk mengajak imaginasi kita menerobos ruang dan waktu serta mysteri agung, jagad raya dan PENCIPTANYA!
Menguak interaksi :
Jagad Agung – Jagad Alit
Makrocosmos – Mikrocosmos!
Manusia dan sesamannya!!
Manusia dan TUHANNYA!!
Menjadikan manusia mengerti posisinya di alam raya!
( Sebagai AGEN OF CHANGE, ACTOR, DIRECTOR, REFLECTOR, INISIATOR, dan masih banyak peran penting yang harus dipertanggung jawabkan dengan FITRAHNYA sebagai KALIFAH DIMUKA BUMI ( Pemimpin, penjaga, pemelihara Alam!)
Kidhung Agung Sang Jiwa
Dengarlah ….!!!
Ada banyak suara music, disekitar kita,
Dalam hembusan angin…. Dalam cahaya !
Musik, ada disekitar kita …!!
Yang harus kita lakukan, … hanyalah … membuka diri … !
Mendengarkan!
( by. August Rush )
Dalam “ Serat Hidayat jati-nya “ Ranggowarsito!
Dalam Bhagawat Gita – nya, Resi Vyasa!
Dalam “ Lagu Gelombangnya, G. Kahlil Gibran!
Ada banyak PRALAMBANG, dibalik kata-kata nan elok dan lembut, tersembunyi kekuatan dasyat tuk mengajak imaginasi kita menerobos ruang dan waktu serta mysteri agung, jagad raya dan PENCIPTANYA!
Menguak interaksi :
Jagad Agung – Jagad Alit
Makrocosmos – Mikrocosmos!
Manusia dan sesamannya!!
Manusia dan TUHANNYA!!
Menjadikan manusia mengerti posisinya di alam raya!
( Sebagai AGEN OF CHANGE, ACTOR, DIRECTOR, REFLECTOR, INISIATOR, dan masih banyak peran penting yang harus dipertanggung jawabkan dengan FITRAHNYA sebagai KALIFAH DIMUKA BUMI ( Pemimpin, penjaga, pemelihara Alam!)
MEMANUSIAKAN - MANUSIA
Edisi khusus
Bulletin : " Edisi Khusus - Tutup Suro " 1943 SAKA !
" Paguyuban PANGUDI ROSO : NDERMO "
" MEMANUSIAKAN - MANUSIA "
(Hakikat tertinggi Ke ILLAHIAn).
- PEPENGET I
" Shimponi Manungsa Jati "
Terlahir, sendiri ...!
Terlahir, Lemah, menangis ...!
Terlahir, Tak bisa apa-apa ...!
Terlahir, Bukan siapa-siapa ...!
Terlahir, Tak Memiliki apa-apa ...!
Sejatinya, Manusia itu lemah !
Sejatinya, ber Fitrah-Terbatas!
Terbatas, Kemampuan ...!
Terbatas, Kepandaian ...!
Terbatas, Kekuatan ...!
Terbatas, Kesabaran ...!
Terbatas, Cinta ...!
Meski pada dasarnya Kebutuhan-yang paling DASAR, adalah ...
MENCINTAI, dan DICINTAI!
Bulletin : " Edisi Khusus - Tutup Suro " 1943 SAKA !
" Paguyuban PANGUDI ROSO : NDERMO "
" MEMANUSIAKAN - MANUSIA "
(Hakikat tertinggi Ke ILLAHIAn).
- PEPENGET I
" Shimponi Manungsa Jati "
Terlahir, sendiri ...!
Terlahir, Lemah, menangis ...!
Terlahir, Tak bisa apa-apa ...!
Terlahir, Bukan siapa-siapa ...!
Terlahir, Tak Memiliki apa-apa ...!
Sejatinya, Manusia itu lemah !
Sejatinya, ber Fitrah-Terbatas!
Terbatas, Kemampuan ...!
Terbatas, Kepandaian ...!
Terbatas, Kekuatan ...!
Terbatas, Kesabaran ...!
Terbatas, Cinta ...!
Meski pada dasarnya Kebutuhan-yang paling DASAR, adalah ...
MENCINTAI, dan DICINTAI!
MULAT SALIRA HANGROSO WANI
( Mawas Diri )
Sesanti I
Melu Handarbeni..
Wajib Hangrungkibi..
Mulat Salira,Hangrasa Wani !!
Arti :
Merasa Memiliki..
Wajib melindungi..
Berani mawas diri !!
Oleh : Pangeran Alap Alap Sambernyowo.
Sesanti II
Sugih tanpo bondo..
Menang tanpo ngasorake..
Ngluruk tanpo bolo !!
Arti :
Kaya tanpa harta..
Menang tanpa mengalahkan..
Maju tanpa bantuan !!
Oleh : Dr Sosro Kartono
(Kakak kandung RA Kartini)
CERITA WAYANG
LAKON “WAHYU MAKUTARAMA”
1.Pengantar
Lakon“Wahyu Makutarama” adalah bukti kepiawaian para pujangga Nusantara dalammengadopsi cerita wayang, yang aslinya dari India. Epos India terdiri dari “Ramayana” dan“Mahabharata”.
Lakon“Wahyu Makutarama” adalah hasil karya leluhur Nusantara kita, merupakan “titiktemu” atau “jembatan penghubung” antara kedua kisah tadi,
Dalamlakon ini ada tokoh Gunawan Wibisana dan Anoman, tokoh dalam kisah Ramayana.
2.Ringkasan lakon “Wahyu Makutarama”.
Syahdan,para dewa mengabarkan kepada para insan marcapada, bahwa telah ada Mahkota yangdiberi nama Sri Batara Rama. Barangsiapa memiliki mahkota itu, akan menjadisakti, dan kelak akan menurunkan raja-raja yang memerintah di marcapada. Karena berkhasiat menurunkan raja-raja, kemudian sering disebut sebagai “Wahyu Makutarama”.
Lakon“Wahyu Makutarama” adalah bukti kepiawaian para pujangga Nusantara dalammengadopsi cerita wayang, yang aslinya dari India. Epos India terdiri dari “Ramayana” dan“Mahabharata”.
Lakon“Wahyu Makutarama” adalah hasil karya leluhur Nusantara kita, merupakan “titiktemu” atau “jembatan penghubung” antara kedua kisah tadi,
Dalamlakon ini ada tokoh Gunawan Wibisana dan Anoman, tokoh dalam kisah Ramayana.
2.Ringkasan lakon “Wahyu Makutarama”.
Syahdan,para dewa mengabarkan kepada para insan marcapada, bahwa telah ada Mahkota yangdiberi nama Sri Batara Rama. Barangsiapa memiliki mahkota itu, akan menjadisakti, dan kelak akan menurunkan raja-raja yang memerintah di marcapada. Karena berkhasiat menurunkan raja-raja, kemudian sering disebut sebagai “Wahyu Makutarama”.
Selasa, 29 September 2015
RAHASIA PERJALANAN HIDUP
Rahasia Perjalanan Sang Guru
Hidup adalah rangkaian ujian-ujian dari Tuhan kepada Umatnya, keterikatan / kemelekatan pada keindahan dan kenikmatan dunia akan menjauhkan kita dari Percerahan batin serta kesadaran fakir bahwa Takdir baik dan takdir buruk , tidak bias dipilih satu persatu , seperti Lagu Gelombang ada pasang ada surut.
Sadar dan Ikhlas adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Aja milih , aja nampik, urip sak derma nderek dawuhe Gusti. Tanpa banyak memeilih, kita akan terbiasa menekan ego dan mendewasakan Nafsu.
Renungan:
“Hidup ini pasti, mati itu pasti, mereka yang mencintai seratus macam akan menderita seratus macam”
(sang Budha)
‘Aku urip ,ana kang paring urip” adalah intisari/ esensi keimanan bahwa antara Kawula – Gusti ada jaminan/garansi bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang untuk semua umatnya.
Hidup adalah rangkaian ujian-ujian dari Tuhan kepada Umatnya, keterikatan / kemelekatan pada keindahan dan kenikmatan dunia akan menjauhkan kita dari Percerahan batin serta kesadaran fakir bahwa Takdir baik dan takdir buruk , tidak bias dipilih satu persatu , seperti Lagu Gelombang ada pasang ada surut.
Sadar dan Ikhlas adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Aja milih , aja nampik, urip sak derma nderek dawuhe Gusti. Tanpa banyak memeilih, kita akan terbiasa menekan ego dan mendewasakan Nafsu.
Renungan:
“Hidup ini pasti, mati itu pasti, mereka yang mencintai seratus macam akan menderita seratus macam”
(sang Budha)
‘Aku urip ,ana kang paring urip” adalah intisari/ esensi keimanan bahwa antara Kawula – Gusti ada jaminan/garansi bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang untuk semua umatnya.
TEMBANG DOLANAN
SEMUT IRENG
Semut ireng
Anak-anak sapi
Nyabrang kali bengawan
Keong gondang dawa sungute…
(dandang gula…sunan kali jaga)
Apresiasi
Sebuah karya bernafas Parodi Kehidupan, sebuah Tembang bernada Ironi Kegetiran, sebuah Keprihatinan akan Krisi Eksistensi diri (ada semut kok beranak sapi)
Ada nada Sumbang terasa menusuk, (mengapa bangsa ini selalu silau dengan budaya seberang/nyebrang kali ada rasa pahit dari seorang anak negeri…
Semakin samara Jati diri
Semakin kabur Karakter Budaya asli
Semakin arogan budaya seberang (keong gondang)
Seolah norma mereka paling benar..
Sampai mereka lupa menghormati Tuan Rumah..
Semut ireng
Anak-anak sapi
Nyabrang kali bengawan
Keong gondang dawa sungute…
(dandang gula…sunan kali jaga)
Apresiasi
Sebuah karya bernafas Parodi Kehidupan, sebuah Tembang bernada Ironi Kegetiran, sebuah Keprihatinan akan Krisi Eksistensi diri (ada semut kok beranak sapi)
Ada nada Sumbang terasa menusuk, (mengapa bangsa ini selalu silau dengan budaya seberang/nyebrang kali ada rasa pahit dari seorang anak negeri…
Semakin samara Jati diri
Semakin kabur Karakter Budaya asli
Semakin arogan budaya seberang (keong gondang)
Seolah norma mereka paling benar..
Sampai mereka lupa menghormati Tuan Rumah..
JALAN TENGAH (Keadilan)
Ketika tragedi di
politisir
Ketika Terorisme menjadi Aktor Utama
Ketika Gensi menjadi Arogansi
Siapapun Usama Bin Laden
Siapapun Taliban
Siapapun yang harus bertanggung jawab
Tapi Kenapa tidak Instrokpeksi?
Kenapa kecolongan
Kenapa radar canggih –Blank
Sudahkah kita belajar dari peristiwa ini?
Mungkinkah ada manusia Menang Terus?
Lupakah kita pada Siang dan Malam
Renungan I
“Ada 2 Golongan besar Manusia”
1. Golongan Orang yang suka menyiksa diri
2. Golongan orang yang suka memanjakan diri.
Kedua golongan tersebut sama-sama tidak berguna dihadapan Tuhan
Jalan terbaik adalah Jalan Tengah.
“pidato dakwah pertama Sidharta Gautama”
Tafsir
Ketika Terorisme menjadi Aktor Utama
Ketika Gensi menjadi Arogansi
Siapapun Usama Bin Laden
Siapapun Taliban
Siapapun yang harus bertanggung jawab
Tapi Kenapa tidak Instrokpeksi?
Kenapa kecolongan
Kenapa radar canggih –Blank
Sudahkah kita belajar dari peristiwa ini?
Mungkinkah ada manusia Menang Terus?
Lupakah kita pada Siang dan Malam
Renungan I
“Ada 2 Golongan besar Manusia”
1. Golongan Orang yang suka menyiksa diri
2. Golongan orang yang suka memanjakan diri.
Kedua golongan tersebut sama-sama tidak berguna dihadapan Tuhan
Jalan terbaik adalah Jalan Tengah.
“pidato dakwah pertama Sidharta Gautama”
Tafsir
DUNIA WAYANG
Semar, Gareng, Petruk, Bagong
JALAN HIDUP
Tulisan ini wujud rasa hormat kami pada "BUNDA THERESA" Seorang suster dengan pengabdian tinggi pada kemanusiaan,bergumul dengan kemiskinan,Penderitaan,kekumuhan di CALCUTA, INDIA,hingga akhir hayatnya .Semoga kita bersama dapat memetik HIKMAH dari keteladanan,ketulusan dan cinta kasih beliau !
Selamat Jalan Bunda !
●RENUNGAN I
" Banyak yang menertawakan apa yang kuperbuat ini,memang yang kuperbuat ini hanya seperti setitik air ditengah samudra,tapi tanpa yang setitik itu,samudra itu tidak lengkap lagi."
Selamat Jalan Bunda !
●RENUNGAN I
" Banyak yang menertawakan apa yang kuperbuat ini,memang yang kuperbuat ini hanya seperti setitik air ditengah samudra,tapi tanpa yang setitik itu,samudra itu tidak lengkap lagi."
Jumat, 25 September 2015
HARMONI KEHIDUPAN / MEMERANGI KEMISKINAN MORAL
Dalam Hidup ini ,sering kita jumpai perbedaan antara bentuk LAHIRIAH dan BATINIAH yang tidak sama ( tidak selaras ).
Bentuk Lahir / Jasmani adalah WADAH sedang bentuk Batin atau Rohaniah adalah ISI.
Dalam Sastra Jawa ,Sifat WADAH ( GEN / Pembawa Sifat ) kita Warisi dari Bapak,yang disebut sifat ADAL / KASAR yaitu :
~ Kulit
~ Daging
~ Tulang
~ Otot
Bentuk Lahir / Jasmani adalah WADAH sedang bentuk Batin atau Rohaniah adalah ISI.
Dalam Sastra Jawa ,Sifat WADAH ( GEN / Pembawa Sifat ) kita Warisi dari Bapak,yang disebut sifat ADAL / KASAR yaitu :
~ Kulit
~ Daging
~ Tulang
~ Otot
TUHU YEKTI ~ KEPATUHAN SEJATI
Dalam semua ajaran agama atau kepercayaan yang ada di semua bangsa di dunia, hampir pasti menempatkan kata PATUH / TAQWQ / TUHU/ DLL,sebagai "Persyaratan Utama" bagi Pemeluk / Penganutnya.
Demikian pula dalam tuntunan budaya JAWA,terdapat serangkai kata Sakral"SATUHU GUSTI " srbagai puncak dari konsep TRI TUNGGAL :
1) Diri Pribadi.
2) Bapa / Biyung ( Bapak / Ibu ) ~ Pangeran sing Nglantarno Urip(Perantara kehidupan kita)
3)Gusti Allah ( Tuhan Maha Pencipta )
Demikian pula dalam tuntunan budaya JAWA,terdapat serangkai kata Sakral"SATUHU GUSTI " srbagai puncak dari konsep TRI TUNGGAL :
1) Diri Pribadi.
2) Bapa / Biyung ( Bapak / Ibu ) ~ Pangeran sing Nglantarno Urip(Perantara kehidupan kita)
3)Gusti Allah ( Tuhan Maha Pencipta )
Kamis, 17 September 2015
GORESAN MAKNA
HIDUP adalah PERJUANGAN...
HIDUP adalah PROSES BELAJAR...
HIDUP adalah MEDAN PEPERANGAN...
HIDUP adalah MEDAN UJIAN...
Saat SENANG..Saat SEDIH...
Saat INDAH...Saat GELAP...
Saat kita MENANGIS adalah KEADILAN...
Saat kita BAHAGIA tetaplah WASPADA...
Karena ESOK Sang DUKA menunggu GILIRAN...
HIDUP adalah PROSES BELAJAR...
HIDUP adalah MEDAN PEPERANGAN...
HIDUP adalah MEDAN UJIAN...
Saat SENANG..Saat SEDIH...
Saat INDAH...Saat GELAP...
Saat kita MENANGIS adalah KEADILAN...
Saat kita BAHAGIA tetaplah WASPADA...
Karena ESOK Sang DUKA menunggu GILIRAN...
DHARMA SATRIYA
Dalam ajaran KALUHURAN BUDI nenek moyang kita,ada sebuah kalimat seloka :
" NGLUNGGUHI DHARMA NING SATRIYO,NGETUTKE KRENTEKING ATI OBAHE AYANG - AYANG " artinya : Memegang Teguh Darmanya Ksatriya,yaitu mengikuti gerakan HATI
NURANI / KALBU dan gerakan bayang-bayang diri.
( Punya Prinsip dan Tidak Plin Plan ).
Pada jaman yang serba Modern dan Materialistis ini adalah suatu Hal yang LANGKA,
bilamana kita jumpai manusia yang KONSEKWEN dan KONSISTEN dengan suatu Prinsip yang diyakini itu,juga diamalkan dalam perbuatan Nyata ,yang sering kita lihat kenyataan di masyarakat yang sedang Giat Membangun ini terlalu banyak slogan slogan yang muluk muluk, akan tetapi hanya menjadi KATA KATA TANPA MAKNA karena tidak diikuti oleh Pengamalan Nyata.
Dalam EPOS MAHABHARATA ada banyak tauladan kepahlawanan yang selalu menjunjung DHARMA SATRIYAM misalnya :
1. RESI BHISMA adalah sosok yang konskwen dan konsisten ( sesuai janji dan tegar
menjalankan janji/sumpah) dari mulai muda sudah bersumpah : TIDAK KAWIN DAN
TIDAK BERSEDIA JADI RAJA , DAN AKAN MENJAGA KEJAYAAN NEGARA NGASTINA
SAMPAI AJAL MENJEMPUT.
Beliau mengucapkan Sumpah yang sangat menggetarkan itu karena rasa bhakti srorang
Putra Mahkota kepada ROMO PRABU dan Sumpah itu dijalani sampai ujung panah
SRIKANDI yang dititisi Dewi Amba menagih Janji karena dendam tidak jadi dikawini
bisma waktu muda.
" NGLUNGGUHI DHARMA NING SATRIYO,NGETUTKE KRENTEKING ATI OBAHE AYANG - AYANG " artinya : Memegang Teguh Darmanya Ksatriya,yaitu mengikuti gerakan HATI
( Punya Prinsip dan Tidak Plin Plan ).
Pada jaman yang serba Modern dan Materialistis ini adalah suatu Hal yang LANGKA,
bilamana kita jumpai manusia yang KONSEKWEN dan KONSISTEN dengan suatu Prinsip yang diyakini itu,juga diamalkan dalam perbuatan Nyata ,yang sering kita lihat kenyataan di masyarakat yang sedang Giat Membangun ini terlalu banyak slogan slogan yang muluk muluk, akan tetapi hanya menjadi KATA KATA TANPA MAKNA karena tidak diikuti oleh Pengamalan Nyata.
Dalam EPOS MAHABHARATA ada banyak tauladan kepahlawanan yang selalu menjunjung DHARMA SATRIYAM misalnya :
1. RESI BHISMA adalah sosok yang konskwen dan konsisten ( sesuai janji dan tegar
menjalankan janji/sumpah) dari mulai muda sudah bersumpah : TIDAK KAWIN DAN
TIDAK BERSEDIA JADI RAJA , DAN AKAN MENJAGA KEJAYAAN NEGARA NGASTINA
SAMPAI AJAL MENJEMPUT.
Beliau mengucapkan Sumpah yang sangat menggetarkan itu karena rasa bhakti srorang
Putra Mahkota kepada ROMO PRABU dan Sumpah itu dijalani sampai ujung panah
SRIKANDI yang dititisi Dewi Amba menagih Janji karena dendam tidak jadi dikawini
bisma waktu muda.
Sabtu, 12 September 2015
NGEPENAK'KE TYASING SASOMO
Ngepenak'ke tyasing sasomo (Membuat Bahagia Hati Sesama )
Dalam tuntunan budaya bangsa , para leluhur selalu mengingatkan pentingnya Amalan MEMBUAT BAHAGIA ORANG LAIN,karena dalam semua ajaran agama apapun selalu diutamakan amalan yang menyangkut : MAHLUK SOSIAL" yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,disini pentingnya ETIKA / ROSO RUMONGSO dalam BUDAYA BERMASYARAKAT agar terjadi KEHARMONISAN HUBUNGAN antara ;
▪ MANUSIA dan TUHANNYA
▪ MANUSIA dan SESAMANYA
▪ MANUSIA dan SEISI ALAM
▪ HUBUNGAN MANUSIA dan TUHANNYA :
Telah diatur dengan terperinci sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing
( Hak Asasi Pribadi yang harus Sangat Dihormati ).
Dalam tuntunan budaya bangsa , para leluhur selalu mengingatkan pentingnya Amalan MEMBUAT BAHAGIA ORANG LAIN,karena dalam semua ajaran agama apapun selalu diutamakan amalan yang menyangkut : MAHLUK SOSIAL" yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,disini pentingnya ETIKA / ROSO RUMONGSO dalam BUDAYA BERMASYARAKAT agar terjadi KEHARMONISAN HUBUNGAN antara ;
▪ MANUSIA dan TUHANNYA
▪ MANUSIA dan SESAMANYA
▪ MANUSIA dan SEISI ALAM
▪ HUBUNGAN MANUSIA dan TUHANNYA :
Telah diatur dengan terperinci sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing
( Hak Asasi Pribadi yang harus Sangat Dihormati ).
Jumat, 11 September 2015
PELITA JIWA MENITI LAKON
Semua Tanpa Kecuali...
Pernah disayang sesuai Porsi..
Pernah dimaki sesuai Porsi..
Pernah Manfaat sesuai Porsi..
Pernah diabaikan sesuai Porsi..
Semua Tanpa Kecuali bukan siapa siapa..
Salam Penuh Hormat..
Satu Sosok yang tak tergantikan..
kesalahan serta kebenaran Sejati bukan sekedar Teori..
keduanya ada dalam genggam kiri kanannya..
Madu yang Melenakan..
Racun yang Menyembuhkan,beliau sajikan penuh jenaka dan bijak..
Sosok Tegas Hitam Putih dalam garis jelas..
Sosok kontroversi yang Pengasih..
Teriring Salam Ma'af..
Pernah disayang sesuai Porsi..
Pernah dimaki sesuai Porsi..
Pernah Manfaat sesuai Porsi..
Pernah diabaikan sesuai Porsi..
Semua Tanpa Kecuali bukan siapa siapa..
Salam Penuh Hormat..
Satu Sosok yang tak tergantikan..
kesalahan serta kebenaran Sejati bukan sekedar Teori..
keduanya ada dalam genggam kiri kanannya..
Madu yang Melenakan..
Racun yang Menyembuhkan,beliau sajikan penuh jenaka dan bijak..
Sosok Tegas Hitam Putih dalam garis jelas..
Sosok kontroversi yang Pengasih..
Teriring Salam Ma'af..
Rabu, 09 September 2015
O J O D U M E H
sebaliknya begitu mudah menjadi FRUSTASI..PUTUS ASA dan LUMPUH apabila kenyataan hidup menjatuhkan MARTABAT..PANGKAT dan HARTA nya yang sebelumnya menjadi KEKUATAN dan PIJAKAN HIDUP.
Filsafat Hidup Leluhur Tanah Jawa mengajarkan "OJO DUMEH" yang artinya antara lain :
Hartamu bukan Hartamu..
Pangkat..Derajat dan Martabat bukan Milikmu..
Ilmumu bukan Ilmumu..
Semua itu hanya Titipan GUSTI ALLAH untuk diambil manfaatnya oleh umat agar tercapai
TATANAN HIDUP YANG HARMONIS DI ALAM SEMESTA INI.
( MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI ).
GUBUG JUNGGUL
GUBUG adalah Tempat tinggal/rumah/wadah (dalam bahasa jawa) terbuat dari material kayu yang Sederhana tapi penuh Makna...
JUNGGUL adalah Nama Kampung / Tlatah di Lereng Gunung Ungaran kabupaten semarang jawa tengah Indonesia.
Suatu Wadah Sederhana penuh makna untuk saling meLaras Rasa tentang warisan budaya Leluhur.
Salah satu wujud warisan leluhur adalah bangunan berbentuk arsitektur tradisional Jawa Tengah yang disebut " rumah joglo".
Dalam pemetaan tata ruang rumah joglo ada 3 ruang utama yaitu :
Pendopo...Pringgitan...Dalem.
JUNGGUL adalah Nama Kampung / Tlatah di Lereng Gunung Ungaran kabupaten semarang jawa tengah Indonesia.
Suatu Wadah Sederhana penuh makna untuk saling meLaras Rasa tentang warisan budaya Leluhur.
Salah satu wujud warisan leluhur adalah bangunan berbentuk arsitektur tradisional Jawa Tengah yang disebut " rumah joglo".
Dalam pemetaan tata ruang rumah joglo ada 3 ruang utama yaitu :
Pendopo...Pringgitan...Dalem.
Selasa, 08 September 2015
SERAT SABDO JATI
Megatruh
1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu
MarGAne suka basuki
Dimen luWAR kang kinayun
Kalising panggawe SIsip
Ingkang TAberi prihatos
Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,
agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,
terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin.
1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu
MarGAne suka basuki
Dimen luWAR kang kinayun
Kalising panggawe SIsip
Ingkang TAberi prihatos
Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,
agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,
terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin.
2. Ulatna kang nganti bisane kepangguh
Galedehan kang sayekti
Talitinen awya kleru
Larasen sajroning ati
Tumanggap dimen tumanggon
Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama,
intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,
agar mudah menanggapi sesuatu.
Galedehan kang sayekti
Talitinen awya kleru
Larasen sajroning ati
Tumanggap dimen tumanggon
Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama,
intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,
agar mudah menanggapi sesuatu.
3. Pamanggone aneng pangesthi rahayu
Angayomi ing tyas wening
Eninging ati kang suwung
Nanging sejatining isi
Isine cipta sayektos
Angayomi ing tyas wening
Eninging ati kang suwung
Nanging sejatining isi
Isine cipta sayektos
SEKAPUR SIRIH
Kami...
hanya SETETES AIR
di tengah Samudra raya.....!
Kami...
hanya "anak zaman" yang mencoba mempertahankan :
JATI DIRI dan KESUNGGUHAN DIRI sebagai putra IBU PERTIWI ,dari dampak derasnya
Arus Globalisasi Dunia.
Kami...
hidupkan lagi,
Mutiara ajaran luhur nenek moyang dari sela sela Gemerlapnya MODERNISME dan
MATERIALISME .
meski kami Sadar !
Kami hanya setetes air di tengah Samudra Raya..
Yang setetes itu...
tetep Berarti ,daripada tidak sama sekali !
~ SB Jatikusuma 95 ~
hanya SETETES AIR
di tengah Samudra raya.....!
Kami...
hanya "anak zaman" yang mencoba mempertahankan :
JATI DIRI dan KESUNGGUHAN DIRI sebagai putra IBU PERTIWI ,dari dampak derasnya
Arus Globalisasi Dunia.
Kami...
hidupkan lagi,
Mutiara ajaran luhur nenek moyang dari sela sela Gemerlapnya MODERNISME dan
MATERIALISME .
meski kami Sadar !
Kami hanya setetes air di tengah Samudra Raya..
Yang setetes itu...
tetep Berarti ,daripada tidak sama sekali !
~ SB Jatikusuma 95 ~
DANDANG GULO
........
........
Mangesthi murwaeng sastra..
Lir manik mandoyo Gung..
Mangudi ROSO SEJATI..
Sejatine roso !
........
........
........
Mangesthi murwaeng sastra..
Lir manik mandoyo Gung..
Mangudi ROSO SEJATI..
Sejatine roso !
........
........
MAMAYU HAYUNE BAWONO SAK ISINE
Mamayu Hayune Bawana Sak isine..
Memetri Lestarine Budaya..
Berbudi Bawa Leksana..
Ngudi Sejatine Becik..
Sakdremi Glampahi Garis Titah..
Dharmane kawulo Satuhu..
Memetri Lestarine Budaya..
Berbudi Bawa Leksana..
Ngudi Sejatine Becik..
Sakdremi Glampahi Garis Titah..
Dharmane kawulo Satuhu..
Langganan:
Komentar (Atom)








