Selasa, 29 September 2015

JALAN TENGAH (Keadilan)

Ketika tragedi di politisir
Ketika Terorisme menjadi Aktor Utama
Ketika Gensi menjadi Arogansi
Siapapun Usama Bin Laden
Siapapun Taliban
Siapapun yang harus bertanggung jawab
Tapi Kenapa tidak Instrokpeksi?
Kenapa kecolongan
Kenapa radar canggih –Blank
Sudahkah kita belajar dari peristiwa ini?
Mungkinkah ada manusia Menang Terus?
Lupakah kita pada Siang dan Malam

Renungan I

“Ada 2 Golongan besar Manusia”
1. Golongan Orang yang suka menyiksa diri
2. Golongan orang yang suka memanjakan diri.
Kedua golongan tersebut sama-sama tidak berguna dihadapan Tuhan
Jalan terbaik adalah Jalan Tengah.
“pidato dakwah pertama Sidharta Gautama”
Tafsir

Marilah menghidari Ektrimitas (fanatic) baik fanatic kanan maupun fanatic kiri. Terlalu menyakiti diri dengan ibadah menjadi narkotik rasa atau menjadi orang yang tahunya bahwa hidup ini adalah senag-senang/hura-hura tanpa peduli lingkungan, kompromi antara kana kiri adalah Jalan Tengah (jalan Keadilan dan kebijaksanaan)

Keseimbangan antara lahir dan batin ada pada Rasa Jati (kesadaran).

Renungan II

“Carilah Duniamu, seolah kau hidup 1000 tahun lagi, carilah akheratmu seolah kau besuk akan mati”
(hadis nabi Muhammad)
Tafsir
Dalam kontek berfikir logis, terlihat sekali bahwa tuntunan nabi Muhammad sangat realistis dan normative, dalam perkembangan selanjutnya terutama saat akhir-akhir ini yang terjadi banyak pandangkalan tafsir karena Tumpulnya Rasa. Sehingga banyak Umat Islam yang Taklid Buta(Percaya Secara Militan dan Ekstrem Garis keras, tidak lagi luwes dan flekibel, seperti Nabi yang pernah membuat perjanjian ekstradisi dengan Yahudi di Madinah.



Renungan III


Jalan Keselamatan Adalah Jalan Salib” (Isa Al Masih)

Tafsir
Setelah direnungkan dengan jernih dan jujur terdapat kesamaan Visi dan Esensi (Tujuan
dan Intisari) dari semua ajaran para Utusan Tuhan adalah jalan Tengan ( kesadara /
keseimbangan)
Ada 3 Badan dalam diri kita :
1. Badan Raga
2. Badan Jiwa/Rasa
3. Badan Ruh

Maka yang menjadi Timbangannya antara Badan Raga(jasad) dan Badan Ruh adalah jiwa/Rasa. Disinilah tantangan kita untuk membuat keseimbangan Lahir-batinmenuju Kesadaran Tertinggi yaitu Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar