Rabu, 30 September 2015
MULAT SALIRA HANGROSO WANI
( Mawas Diri )
Sesanti I
Melu Handarbeni..
Wajib Hangrungkibi..
Mulat Salira,Hangrasa Wani !!
Arti :
Merasa Memiliki..
Wajib melindungi..
Berani mawas diri !!
Oleh : Pangeran Alap Alap Sambernyowo.
Sesanti II
Sugih tanpo bondo..
Menang tanpo ngasorake..
Ngluruk tanpo bolo !!
Arti :
Kaya tanpa harta..
Menang tanpa mengalahkan..
Maju tanpa bantuan !!
Oleh : Dr Sosro Kartono
(Kakak kandung RA Kartini)
Setelah kita mengenal JATI DIRI kita sebagai Makluk/Titah TUHAN di alam semesta ,yang diciptakan sebagai Makluk yang terbaik.Dengan Konsekwensi Logis (timbal balik/pertanggung jawaban ) harus menjaga,memelihara Kesejahteraan dan Keseimbangan Alam !
Selanjutnya sudah sepantasnya kita Mawas diri (Mulat salira Hangrosowani). Sudahkah kita Pantas ? jadi Kalifah(pemimpin) di muka bumi !
1) SUGIH TANPO BONDO (Kaya tanpa Harta)
Hidup ini memang membutuhkan Materi(Harta) sebagai alat/
sarana mencapai cita cita,Tapi sebenarnya tujuan akhir
bukanlah Kaya Materi !
Sebab sebenarnya TUHAN menciptakan alam beserta
isinya(termasuk harta) hanya semata mata untuk kesejahteraan
seluruh umat(titipan) !
Jadi bilamana Harta itu tidak digunakan untuk kepentingan
Memayu Hayune Bawono Sakisine (Harmoni Seluruh Alam) !
Maka berarti orang yang dititipi Harta tersebut MISKIN MORAL!
Maka makna tersirat dari kalimat "Sugih Tanpo Bondo" ialah
Mensyukuri setiap Nikmat TUHAN atas yang kita terima sesuai
dengan PERAN KITA di Jagad nat Pramudito(Alam Semesta).
2) MENANG TANPO NGASORAKE
(Menang Tanpa Mengalahkan)
Manakala manusia mau menyadari bahwa jati diri kita sebagai
makluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan
sama kedudukannya di hadapan GUSTI yang maha AGUNG !
Maka srbaiknya kita menghormati peran masing masing.
"Yang dipercaya menjadi Pemimpin harus mengayomi dan
menyayangi bawahan /rakyatnya."
" Yang jadi bawahan/rakyat pun wajib patuh agar para
pemimpin dapat mengatur azas pemerataan/Keadilan demi
kelangsungan kehidupan bersama/bernegara!
3) NGLURUK TANPO BOLO ( Maju Tanpa Bantuan )
Selain manusia sebagai makluk sosial,manusia juga punya jati
diri sebagai INDIVIDU/PRIBADI sebagai makluk ciptaan TUHAN
yang hanya pantas memohon bantuan pada GUSTI Yang Maha
KUASA !
JATISARI
Mulatsalira Hangrasawani adalah warisan ajaran Luhur dari nenek moyang Bangsa kita,agar kita berani mawas diri /koreksi diri/ Instropeksi,dengan harapan dikelak kemudian dapat menempa diri jadi pribadi tangguh dan dapat menyumbangkan Dharma Bhakti kepada Nusa dan Bangsa serta kesejahteraan umat di Dunia!
1) Bila kita dititipi harta semoga tidak LUPA DIRI dapat menolong
sesama yang membutuhkan ! Sugih tanpo bondo,Kaya rasa
syukur,dan tidak usah iri dengan gemerlapannya dunia.
2) Mampu mengendalikan diri tidak ADIGANG ADIGUNG
ADIGUNA,SOPO SIRO,SOPO INGSUN". Betapa tinggi ilmu..berapa
tinggi derajat-pangkat seseorang Hakekatnya hanya titipan GUSTI
(Ajaran Rendah Hati dan tidak meremehkan orang atau golongan.
3) Hanya kepada TUHAN yang maha kuasa,kita pantas memohon
bantuan dan bersandar pada garis KODRAT dan IRADAT
(Kekuasaan dan KemauaNYA). Ajaran Nguluk Tanpa Bolo ini
kiranya menjadi bukti bahwa NENEK MOYANG kita adalah Bangsa
RELIGIUS dan percaya akan Ke Esaan TUHAN ( Tauhid ).
Ukuran kesungguhan HATI diukur dari NIAT !
Ukuran kekusyukkan diukur dari KESENDIRIAN !
HATI ( Lerem..Ayem..Tentrem..Adem )
( Tenang..Tidak Was dan Gelisah )
KEBAHAGIAAN itu KEKAL ada di dalam Diri..
KEINDAHAN itu SEMU ada di luar Diri..
Adalah orang yang Malang bila tidak mampu mensyukuri NIKMAT
dan tidak akan pernah bertemu dengan KEBAHAGIAAN !
- AMIEN -
Gajah,Semarang Timur
9 September 1995
SATUHU
Sabtu Legi
13 Bakda mulud 1928
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar