Hidup adalah rangkaian ujian-ujian dari Tuhan kepada Umatnya, keterikatan / kemelekatan pada keindahan dan kenikmatan dunia akan menjauhkan kita dari Percerahan batin serta kesadaran fakir bahwa Takdir baik dan takdir buruk , tidak bias dipilih satu persatu , seperti Lagu Gelombang ada pasang ada surut.
Sadar dan Ikhlas adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Aja milih , aja nampik, urip sak derma nderek dawuhe Gusti. Tanpa banyak memeilih, kita akan terbiasa menekan ego dan mendewasakan Nafsu.
Renungan:
“Hidup ini pasti, mati itu pasti, mereka yang mencintai seratus macam akan menderita seratus macam”
(sang Budha)
‘Aku urip ,ana kang paring urip” adalah intisari/ esensi keimanan bahwa antara Kawula – Gusti ada jaminan/garansi bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang untuk semua umatnya.
MELATI RINONCE
1. Tanpa latiha tekun serta bimbingan dari Guru yang penuh kasih rasanya
terlalu sulit kita mencapai Keikhlasan.
2. Melepaskan ketertarikan/ketergantungan adalah upaya memperkecil resiko
kekecewaan/ sakit hati serta jalan meniti keimanan dan bakti keada Allah
3. Totalitas dan penyerahan diri adalah syarat Mutlak pengabdian dan pensucian
batin sebagai wahana keimanan kita pada Tuhan semesta alam.
Selamat berlatih menuju keikhlasan- semoga Allah memberkati kita semua.
Desa nDermo, Pare-Jatim 13 April 2000
Renungan :
1. “Sucining Bathin adalah tujuan pokok dari segala ibadah, karena hanya dengan
Sucinya Bathin, frekuensi/gelombang kita tersambung dengan “Yang Maha
Suci” “Maha Kekal”Seperti Halnya Gelombang TV atau Radio
Memaafkan=Ikhlas
2. Tiada yang abadi di dunia ini, agar kita tidak dipenuhi rasa kecewa dan sakit
kepala, maka alangkah bijak jika kita tidak terlalu Melekat terhadap segala
sesuatu yang masih wujud/fisik karena terkena hokum fana/rusak” Siapa tidak
merasa memiliki, tidak akan kehilangan”
3. Segala pekerjaan kita dalah Ibadah/bhakti kita kepada Tuhan. Seharusnya
dilakukan dengan sepenuh hati jiwa dan raga (totalitas) tanpa berhitung akan
hasil karena pada hakekatnya kita hidup ada yang memberi kehidupan inilah
makna Bhakti/Ikhlas.
4. Rasa GR(Gede Rumangsa) adalah Nafsu-Kasar/Wah, sedang mawas diri/mesu salira
adalah wahana mencari isi/Woh, tanpa hidayahNya kita tidak ada apa-apanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar