Selasa, 29 September 2015

RAHASIA PERJALANAN HIDUP

Rahasia Perjalanan Sang Guru
Hidup adalah rangkaian ujian-ujian dari Tuhan kepada Umatnya, keterikatan / kemelekatan pada keindahan dan kenikmatan dunia akan menjauhkan kita dari Percerahan batin serta kesadaran fakir bahwa Takdir baik dan takdir buruk , tidak bias dipilih satu persatu , seperti Lagu Gelombang ada pasang ada surut.
Sadar dan Ikhlas adalah jalan menuju Kerajaan Allah.
Aja milih , aja nampik, urip sak derma nderek dawuhe Gusti. Tanpa banyak memeilih, kita akan terbiasa menekan ego dan mendewasakan Nafsu.

Renungan:
Hidup ini pasti, mati itu pasti, mereka yang mencintai seratus macam akan menderita seratus macam”
(sang Budha)

‘Aku urip ,ana kang paring urip” adalah intisari/ esensi keimanan bahwa antara Kawula – Gusti ada jaminan/garansi bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang untuk semua umatnya.



MELATI RINONCE
1. Tanpa latiha tekun serta bimbingan dari Guru yang penuh kasih rasanya
    terlalu sulit kita mencapai Keikhlasan.
2. Melepaskan ketertarikan/ketergantungan adalah upaya memperkecil resiko
    kekecewaan/ sakit hati serta jalan meniti keimanan dan bakti keada Allah
3. Totalitas dan penyerahan diri adalah syarat Mutlak pengabdian dan pensucian
    batin sebagai wahana keimanan kita pada Tuhan semesta alam.
    Selamat berlatih menuju keikhlasan- semoga Allah memberkati kita semua.
    Desa nDermo, Pare-Jatim 13 April 2000


Renungan :
1. “Sucining Bathin adalah tujuan pokok dari segala ibadah, karena hanya dengan
     Sucinya Bathin, frekuensi/gelombang kita tersambung dengan “Yang Maha
     Suci” “Maha Kekal”Seperti Halnya Gelombang TV atau Radio
     Memaafkan=Ikhlas
2. Tiada yang abadi di dunia ini, agar kita tidak dipenuhi rasa kecewa dan sakit
    kepala, maka alangkah bijak jika kita tidak terlalu Melekat terhadap segala
    sesuatu yang masih wujud/fisik karena terkena hokum fana/rusak” Siapa tidak
    merasa memiliki, tidak akan kehilangan”
3. Segala pekerjaan kita dalah Ibadah/bhakti kita kepada Tuhan. Seharusnya
    dilakukan dengan sepenuh hati jiwa dan raga (totalitas) tanpa berhitung akan
    hasil karena pada hakekatnya kita hidup ada yang memberi kehidupan inilah
    makna Bhakti/Ikhlas.
4. Rasa GR(Gede Rumangsa) adalah Nafsu-Kasar/Wah, sedang mawas diri/mesu salira
    adalah wahana mencari isi/Woh, tanpa hidayahNya kita tidak ada apa-apanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar