sebaliknya begitu mudah menjadi FRUSTASI..PUTUS ASA dan LUMPUH apabila kenyataan hidup menjatuhkan MARTABAT..PANGKAT dan HARTA nya yang sebelumnya menjadi KEKUATAN dan PIJAKAN HIDUP.
Filsafat Hidup Leluhur Tanah Jawa mengajarkan "OJO DUMEH" yang artinya antara lain :
Hartamu bukan Hartamu..
Pangkat..Derajat dan Martabat bukan Milikmu..
Ilmumu bukan Ilmumu..
Semua itu hanya Titipan GUSTI ALLAH untuk diambil manfaatnya oleh umat agar tercapai
TATANAN HIDUP YANG HARMONIS DI ALAM SEMESTA INI.
( MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI ).
Ajaran Budi Luhur yang terkandung dati Fisafat OJO DUMEH diwujudkan dalam bentuk
ARSITEKTUR RUMAH JOGLO sebagai Lambang rumah masyarakat sosial orang jawa.
▪ Bagian Atap/ Cungkup yang bermakna Tempat Tertinggi (untuk GUSTI YANG MAHA
AGUNG ).
▪ Bagian Teras/ Serambi yang Turun Merendah bermakna bahwa sebagai manusia yang berbudi,bila memasuki PRAJA ( Rumah bermakna Kehormatan dan Harga Diri ) sebaiknya kita Merundukkan Kepala ( Menghormati/Kulonuwun ) betapapun itu rumah si Fakir Miskin
atau si Kaya...di Bodoh atau si Pintar...si Jendral atau Orang tak berpangkat tiada berbeda,karena GUSTI hanya menilai Derajat Manusia dari AKHLAQ..BUDI LUHUR dan DERAJAT KEILAHIAN / KESUNGGUHAN / TAQWA NYA.
Dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar