Dalam semua ajaran agama atau kepercayaan yang ada di semua bangsa di dunia, hampir pasti menempatkan kata PATUH / TAQWQ / TUHU/ DLL,sebagai "Persyaratan Utama" bagi Pemeluk / Penganutnya.
Demikian pula dalam tuntunan budaya JAWA,terdapat serangkai kata Sakral"SATUHU GUSTI " srbagai puncak dari konsep TRI TUNGGAL :
1) Diri Pribadi.
2) Bapa / Biyung ( Bapak / Ibu ) ~ Pangeran sing Nglantarno Urip(Perantara kehidupan kita)
3)Gusti Allah ( Tuhan Maha Pencipta )
Kepatuhan,Keiklasan,Pengorbanan,Cinta Kasih dan Keperdulian Sosial serta Sifat Sifat
KAUTAMAAN / DHARMA / AMAL IBADAH yang lain,bermuara dari ALLAH kembali ke ALLAH dengan perantaraan NABI,WALI dan UtusanNYA yang lain termasuk ALAM SEMESTA RAYA.
Dalam Ajaran JAWA tentang persyaratan SISWA yang belajar MANGUDI ROSO / Melatih KETAJAMAN RASA disebut HASTO BROTO ne SISWO (Delapan ajaran untuk Siswa / Murid) Karena ada juga :
~ HASTO BROTO ne KAHANAN / ALAM / RATU / PEMIMPIN.
~ HASTO BROTO ne GURU / MURSID / PENYAMPAI / PEMBIMBING.
Karena saat ini kita tengah mempelajari Bab TUHU YEKTI maka dibawah ini akan kita perinci HASTO BROTO ne SISWO, Yaitu :
1) TUHU YEKTI
Kepatuhan Sejati adalah Langkah Awal memasuki ALAM KAWRUH,karena didalam
Belajar KAHANAN akan kita temui Kenyataan - Kenyataan yang tidak sesuai dengan
AKAL kita,dengan TUHU YEKTI akan mengurangi RESIKO melanggar Wewaler
Larangan KAHANAN.
2) SETYO
Setia dalam Sumpah / Memegang Janji.
3) BHEKTI
Bersikap Hormat dan Menjalankan PERINTAH / LATIHAN yang dianjurkan Guru
Pembimbing ,karena tanpa L A K U maka kita tidak akan mengerti Misterinya KAHANAN
ALAM KAWRUH ( Teori tanpa praktek adalah Kosong ).
4) BUDI
Akhlak yang Luhur akan mampu membimbing Manusia menghadapi semua Pelajaran
Brata / Dharma ne URIP.
5) TABERI
Tidak Mudah Bosan ,TEKUN ( Biasanya dalam peribahasa JAWA dilengkapi menjadi
" TABERI SETITI NGATI ATI" ).
6) TRESNO dan ASIH
Saling Menyayangi antara :
~ Siswa dan Guru / Pembimbing.
~ Siswa dan Siswa yang lain.
~ Siswa Guru dan Alam Semesta sehingga tercipta suasana Saling ASAH ASUH ASIH.
7) OJO MILIH / OJO NAMPIK
Jangan Memilih dan Menolak adalah Syarat SATRIYA TARUNA yang baik,sebagai
generasi penerus Bangsa maka sebaiknya kita melaksanakan HAK dan KEWAJIBAN
secara SEIMBANG tidak memilih yang enak enak saja ( Jangan Bisnis DHARMA ).
Dalam Epos MAHABHARATA Lakon BHAGAWATGITA,dialog antara R. ARJUNA dan
SRI KRESNA tentang keraguan Hati Arjuna dalam menghadapi TUGAS PERANG
sehingga perlu Dimarahi dan Dijelaskan tentang DHARMA SEJATI oleh SRI KRESNA
bahwa manusia itu seperti PRAJURIT yang tidak bisa memilih dan menolak tugas
Dharmaning Urip dari KOMANDANNYA ( GUSTI ALLAH ).
8) ISO RUMONGSO / WASPODO
Dengan Mengendalikan Diri - Waspada maka Manusia akan Mampu menguasai Diri
dari Sifat BUDI CANDOLO / Sifat Jelek seperti : Sombong,Serakah,Iri,Dengki,Srei,Dawen.
( Ingat ! ILMUMU bukan ILMUMU...HARTAMU bukan HARTAMU...PANGKAT DERAJAT
bukan MILIKMU )
K E S I M P U L A N
~ HASTO BROTO ne SISWO (Delapan Ajaran untuk Siswa) sangat tepat bila selalu kita
pegang Teguh Bersama, karena pada Hakekatnya Semua Manusia adalah SISWA dari
SANG GURU SEJATI ( GUSTI ALLAH ),Karena Tanpa IjinNYA,kita tidak berdaya..tidak
bisa apa apa...dan tidak tahu apa apa.
~ HASTO BROTO ne SISWO dibuka dengan TUHU YEKTI (Kepatuhan Sejati),ditutup
dengan ISO RUMONGSO / WASPODO maka sebaiknya manusia harus "ELING LAN
WASPODO" ( Senantiasa ingat dan Waspada ) bahwa HIDUP ADALAH PROSES
BELAJAR TERUS MENERUS SAMPAI KEMBALI KE LIANG KUBUR.
~ KITA SEMUA ADALAH SISWA ,HANYA SATU GURU SEJATI.
" TUHU YEKTI "
Batu,19 Maret 1995
Rabu Pon
19 Dul Kangidah 1927
~ S A T U H U ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar