Jumat, 25 September 2015

TUHU YEKTI ~ KEPATUHAN SEJATI

Dalam semua ajaran agama atau kepercayaan yang ada di semua bangsa di dunia, hampir pasti menempatkan kata PATUH / TAQWQ / TUHU/ DLL,sebagai "Persyaratan Utama" bagi Pemeluk / Penganutnya.
Demikian pula dalam tuntunan budaya JAWA,terdapat serangkai kata Sakral"SATUHU GUSTI " srbagai puncak dari konsep TRI TUNGGAL :

1) Diri Pribadi.
2) Bapa / Biyung ( Bapak / Ibu ) ~ Pangeran sing Nglantarno Urip(Perantara kehidupan kita)
3)Gusti Allah ( Tuhan Maha Pencipta )



Kepatuhan,Keiklasan,Pengorbanan,Cinta Kasih dan Keperdulian Sosial serta Sifat Sifat
KAUTAMAAN / DHARMA / AMAL IBADAH yang lain,bermuara dari ALLAH kembali ke ALLAH dengan perantaraan NABI,WALI dan UtusanNYA yang lain termasuk ALAM SEMESTA RAYA.
Dalam Ajaran JAWA tentang persyaratan SISWA yang belajar MANGUDI ROSO / Melatih KETAJAMAN RASA disebut HASTO BROTO ne SISWO (Delapan ajaran untuk Siswa / Murid) Karena ada juga :

~ HASTO BROTO ne KAHANAN / ALAM / RATU / PEMIMPIN.
~ HASTO BROTO ne GURU / MURSID / PENYAMPAI / PEMBIMBING.

Karena saat ini kita tengah mempelajari Bab TUHU YEKTI maka dibawah ini akan kita perinci HASTO BROTO ne SISWO, Yaitu :

1) TUHU YEKTI
     Kepatuhan Sejati adalah Langkah Awal memasuki ALAM KAWRUH,karena didalam
     Belajar KAHANAN akan kita temui Kenyataan - Kenyataan yang tidak sesuai dengan
     AKAL kita,dengan TUHU YEKTI akan mengurangi RESIKO melanggar Wewaler
     Larangan KAHANAN.

2) SETYO
    Setia dalam Sumpah / Memegang Janji.

3) BHEKTI
     Bersikap Hormat dan Menjalankan PERINTAH / LATIHAN yang dianjurkan Guru
     Pembimbing ,karena tanpa L A K U maka kita tidak akan mengerti Misterinya KAHANAN
     ALAM KAWRUH ( Teori tanpa praktek adalah Kosong ).

4) BUDI
     Akhlak yang Luhur akan mampu membimbing  Manusia  menghadapi semua Pelajaran
     Brata / Dharma ne URIP.

5) TABERI
     Tidak Mudah Bosan ,TEKUN ( Biasanya dalam peribahasa JAWA  dilengkapi menjadi
      " TABERI SETITI NGATI ATI" ).

6) TRESNO dan ASIH
     Saling Menyayangi antara :
     ~ Siswa dan Guru / Pembimbing.
     ~ Siswa dan Siswa yang lain.
     ~ Siswa Guru dan Alam Semesta sehingga tercipta suasana Saling ASAH ASUH ASIH.

7) OJO MILIH / OJO NAMPIK
     Jangan Memilih dan Menolak adalah Syarat SATRIYA TARUNA yang baik,sebagai
     generasi penerus Bangsa maka sebaiknya kita melaksanakan HAK dan KEWAJIBAN
     secara SEIMBANG tidak memilih yang enak enak saja ( Jangan Bisnis DHARMA ).
     Dalam Epos MAHABHARATA Lakon BHAGAWATGITA,dialog antara R. ARJUNA dan
     SRI KRESNA tentang keraguan Hati Arjuna dalam menghadapi TUGAS PERANG
     sehingga perlu Dimarahi dan Dijelaskan tentang DHARMA SEJATI oleh SRI KRESNA
     bahwa manusia itu seperti PRAJURIT yang tidak bisa memilih dan menolak tugas
     Dharmaning Urip dari KOMANDANNYA ( GUSTI ALLAH ).

8) ISO RUMONGSO / WASPODO
     Dengan Mengendalikan Diri - Waspada maka Manusia akan Mampu menguasai Diri
     dari Sifat BUDI CANDOLO / Sifat Jelek seperti : Sombong,Serakah,Iri,Dengki,Srei,Dawen.
     ( Ingat !  ILMUMU bukan ILMUMU...HARTAMU bukan HARTAMU...PANGKAT DERAJAT
     bukan MILIKMU )

K E S I M P U L A N

~  HASTO BROTO ne SISWO (Delapan Ajaran untuk Siswa) sangat tepat bila selalu kita
     pegang Teguh Bersama, karena pada Hakekatnya Semua Manusia adalah SISWA dari
     SANG GURU SEJATI ( GUSTI ALLAH ),Karena Tanpa IjinNYA,kita tidak berdaya..tidak
     bisa apa apa...dan tidak tahu apa apa.

~  HASTO BROTO ne SISWO dibuka dengan TUHU YEKTI  (Kepatuhan Sejati),ditutup
     dengan ISO RUMONGSO / WASPODO maka sebaiknya manusia harus "ELING LAN
     WASPODO" ( Senantiasa ingat dan Waspada ) bahwa HIDUP ADALAH PROSES
      BELAJAR TERUS MENERUS SAMPAI KEMBALI KE LIANG KUBUR.

~  KITA SEMUA ADALAH SISWA ,HANYA SATU GURU SEJATI.

                             " TUHU YEKTI "

Batu,19 Maret 1995
Rabu Pon
19 Dul Kangidah 1927

~ S A T U H U ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar