Kamis, 17 September 2015

DHARMA SATRIYA

   Dalam ajaran KALUHURAN BUDI nenek moyang kita,ada sebuah kalimat seloka :
" NGLUNGGUHI DHARMA NING SATRIYO,NGETUTKE KRENTEKING ATI OBAHE AYANG - AYANG " artinya :  Memegang Teguh Darmanya Ksatriya,yaitu mengikuti gerakan HATI
NURANI / KALBU dan gerakan bayang-bayang diri.
 ( Punya Prinsip dan Tidak Plin Plan ).
Pada jaman yang serba Modern dan Materialistis ini adalah suatu Hal yang LANGKA,
bilamana kita jumpai manusia yang KONSEKWEN dan KONSISTEN dengan suatu Prinsip yang diyakini itu,juga diamalkan dalam perbuatan Nyata ,yang sering kita lihat kenyataan di masyarakat yang sedang Giat Membangun ini terlalu banyak slogan slogan yang muluk muluk, akan tetapi hanya menjadi KATA KATA TANPA MAKNA karena tidak diikuti oleh Pengamalan Nyata.
Dalam EPOS MAHABHARATA ada banyak tauladan kepahlawanan yang selalu menjunjung  DHARMA SATRIYAM misalnya :

1. RESI BHISMA  adalah sosok yang konskwen dan konsisten ( sesuai janji dan tegar
    menjalankan janji/sumpah) dari mulai muda sudah bersumpah : TIDAK KAWIN DAN
    TIDAK BERSEDIA JADI RAJA , DAN AKAN MENJAGA KEJAYAAN NEGARA NGASTINA
    SAMPAI AJAL MENJEMPUT.
    Beliau mengucapkan Sumpah yang sangat menggetarkan itu karena rasa bhakti srorang
    Putra Mahkota kepada ROMO PRABU dan Sumpah itu dijalani sampai ujung panah
    SRIKANDI  yang dititisi Dewi Amba  menagih Janji karena dendam tidak jadi dikawini
    bisma waktu muda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar