Selasa, 24 Mei 2016

PETANI (insan kamil)

Dunia Semakin Tua...Matahari Semakin Panas...Manusia Semakin Gelisah...
Kaum Lelembut Semakin Unjuk Dominasi...
Semakin Banyak Insan tidak Utuh Jatidiri !

Duh GUSTI Maha Kasih...
Sudahkah Sumber TIRTA PARWITASATI Kering...
Andai Hamba diijinkan memohon...
"Hujanilah Bangsa Kami Dengan Air KasihMU..Agar Kembali pada NURANI EMBUN PAGI..

Duh GUSTI...
Dahulu Bangsa ini Keturunan PETANI dan PELAUT..
Yang Tekun Memelihara Alam dan Kedamaian..
Yang Cinta HARMONI dalam Kerukunan...
Ataukah Harus Malu dan Berganti IDENTITAS..
Menjadi Manusia METROPOLIS dan LIBERAL..
Yang Hanya Bangga dengan FORMAL..LEGAL..INTELEKTUAL INDRAWI..
Duh GUSTI...atau NURANI sudah MATI..

Sabtu, 30 Januari 2016

KESEIMBANGAN

ASMARADANA

Aja Sira turu sore ,kaki !
Ana Dewa nganglang Jagad...
Nyangking Bokor Kencanane..
Isine Dongo tetulak,Sandang Klawan pangan..
Ya iku Bageanipun ,Sing Melek,Sabar lan Narimo..

(Teks: Kanjeng Sunan Kalijogo)

Arti :
Janganlah engkau tidur sore, nak !
Ada Dewa berkeliling jagad..
Membawa bokor emasnya..
Berisi Doa Penangkal,Pakaian dan Makanan..
Diperuntukkan bagi yang terjaga,Sabar dan Tawakal...

PEPENGET :

Ia adalah persatuan Derita dan Bahagia ..
Ia adalah apa yang kau lihat  meskipun terselubung..
Ia adalah kekuatan yang muncul dalam kesucian HAKEKATMU dan berakhir di luar bayanganmu..

( teks : Kahlil Gibran" Didepan istana kecantikan" )

Resensi :
Kehidupan adalah "ORCHESTRA PHIL HARMONY" Gabungan dari berbagai bunyi ,berbagai
Alat,berbagai Rasa........kalau ada Laras Keindahan tentu saja suatu saat ada suara sumbang !
Karena KEFANAAN adalah FITRAH DUNIA WUJUD.
Tidak semua yang kita inginkan dapat kita gapai..
Tidak semua yang kita benci bisa kita hindarkan..
Tidak semua yang kita impikan akan Nyata..
Begitu Eloknya Tuhan menciptakan Tabir Tabir..
Begitu Cantiknya FATAMORGANA ALAM MAYA...
Begitu NAIFnya Cipta Manusia ,seolah bisa mengubah Dunia dengan Akalnya..
Begitu Kecilnya kita dihadapan SAMUDRA KEHIDUPAN...
Seperti buih dipinggir pantai...
Seperti debu pasir diterbangkan angin..
Seperti rumput dikaki gunung perkasa..
Hanya dengan KEJUJURAN DIRI dan KESUCIAN NURANI...
Hanya dengan KERENDAHAN HATI..
Hanya dengan SUJUD JIWA...SUJUD RAGA dan SUJUD DZAT !


PEPENGET :

Wahai Rasulullah mohonlah kepada Allah SWT agar membinasakan orang orang musyrik itu !
Beliau menjawab : Aku Diutus sebagai RAHMAT bukan sebagai Penyiksa"

(Teks : HR Muslim )


Tafsir :
Semua Utusan dikaruniai sifat KASIH...
karena Tuhan mengutus beliau beliau sebagai perwujudan Kasih SayangNYA pada seluruh UmatNYA !
Para utusan ditugaskan menjadi Penjaga..
Para utusan dijadikan Penyeimbang  Biduk..
Para utusan dilahirkan sebagai MESIAS..
Mereka seperti Bintang ditengah kegelapan..
Mereka seperti Dian Pelita ditengah Belantara..
Mereka adalah CAHAYA RAHMAT dan HIDAYAH ditengah kebodohan Nafsu !
ditengah Kekerdilan EGO !
KESEIMBANGAN adalah KODRAT ILLAHI..
KEHANCURAN hanyalah sisi awal dari KEAGUNGAN...
KEMATIAN hanya pintu lain dari KELAHIRAN..
KESEDIHAN hanya Lembah dari Bukit Kebahagiaan...
Sebenarnya hanya SIH-NYA ,Awal dan Akhir...
Sejatinya hanya ada KEAGUNGAN-NYA  ditengah kebingungan dan ketidak mampuan
Akal mengarungi Samudra MISTERI-NYA...


PEPENGET :

Bisa'a paweh NGOMBE , marang wong kang NGELAK !
Paweha TEKEN , marang wong kang WUTO !
Paweha BUSONO , marang wong kang WUDO !
Paweha DAHAR , marang wong kang LUWE !
Paweha Dedamar , marang wong kang KEPETENGAN !

(Teks : Kanjeng Sunan Drajat)


Tafsir:
Sering kali kita salah mengapresiasikan ibadah hanya tertuju serta mengarahkan Prosentase dan Skala prioritas tertinggi pada hubungan dengan ALLAH !
Sementara aplikasi dan Pengamalan DHARMA terhadap sesama ,atau bahkan pada yang sangat membutuhkan ( Kaum Duafa ) Sering terlewatkan karena ketidak







Senin, 11 Januari 2016

HaNd

Semakin jauh Langkah menapaki kesejatian..semakin tipis sekat gelap dan terang..
Semakin dalam menyelam kedalam Samudra Kasih, ada dan tiada apa bedanya..
Terbang diketinggian menjelajah ruang,mengarungi waktu,semakin kecil kita dalam genggaman kuasaNYA..
Dibelahan Hati..Diantara Detak Jantung biarlah DiriMU ada mengalir bersama darah hingga ke ujung Nadi..
Entah sudah berapa lama aku abaikan rasaku...semua yang datang yang ada ku telan tanpa sku mengunyahnya..
Pahit..Getir..Manis..
Sakit..Kecewa..Menangis..Tertawa..
Betapa Sadarnya aku akan kenyataan Ada..Tiada..sedih..bahagia..enak..tidak enak..
Kenyataan juga mengajariku dari 1 ton Tanah hanya didapat 1gram emas..
Lebih dari separo perjalananku ada dibelantara kecewa,di samudra perih..
Perjalanan Panjang untuk menjadi Utuh tetap dipertemukan dengan Sakit dan Kecewa kareba berharap lebih..
lalu..
Aku tertawakan diriku sendiri..Tersenyum tipis untuk Keluhku..
Waktu akan menjawab..
NURANI Jiwamu akan Menuntunmu pada Kesejatian..
Apapun dirimu pahlawanku..

ANANING URIP MERGO ONO SING NGURIPI..SAK DERMO NGLAKONI DHARMANING URIP..
SADAR..SABAR NARIMO PARINGANE GUSTI,.
SATUHU,.
kinasih..

Kamis, 26 November 2015

PERATURAN dan KESADARAN

Ketika Kekerasan Meraja lela...
Ketika Kesewenangan makin Membara...
Api...Amuk...Kemarahan !!!
Ketidak Puasan..Kecemburuan Sosial dibungkus kepentingan Rakyat...
Atas nama Demokrasi dan reformasi...

Dimana NURANI  ?
Dimana MELU HANDARBENI ?
Dimana Kasih Embun Pagi ?

Ya ILLAHI RABBI....
Ampuni dosa Negeri ini...
Ampuni kesalahan kami semua..
Ampuni kami karena keserakahan kami..
Ketika kami semua salah urus...
ZAMRUD KHATULISTIWA ini jadi Porak Poranda..

Ya TUHAN Kami...
meski begitu kami YAKIN...
Akan ada Fajar Esok Pagi..
Akan ada Cahaya setelah kegelapan...
Akan ada Kebenaran setelah Angkara...
Ada KeSADARan tumbuh Subur setelah peraturan gagal menata....

~ sbp ~

Sabtu, 14 November 2015

MENGEJAR HARAPAN MERAIH MMPI


GUBUG JUNGGUL

GUBUG adalah Tempat tinggal/rumah/wadah (dalam bahasa jawa) terbuat dari material kayu yang Sederhana tapi penuh Makna...
JUNGGUL adalah Nama Kampung / Tlatah di Lereng Gunung Ungaran kabupaten semarang jawa tengah Indonesia.
Suatu Wadah Sederhana penuh makna untuk saling meLaras Rasa tentang warisan budaya Leluhur.
Salah satu wujud warisan leluhur adalah bangunan berbentuk arsitektur tradisional Jawa Tengah yang disebut " rumah joglo".
Dalam pemetaan tata ruang rumah joglo ada 3 ruang utama yaitu :
Pendopo...Pringgitan...Dalem.
~PENDOPO : Ruang yang terletak di depan dan terbuka,berkaitan dengan filosofi orang jawa yang selalu bersikap ramah,terbuka dan tidak memilih dalam menerima tamu,biasanya tidak diberi meja / kursi hanya tikar sebagai tempat duduk sehingga antara tamu dan yang punya rumah mempunyai kesadaran dalam pembicaraan/ngobrol terasa rukun.

Jumat, 09 Oktober 2015

TEMBANG KANGEN ku

Serambi kayu kunikmakti sorot mata teduh yang tlah matang oleh perjalanan cerita...
Sapa Jiwamu memeluk teduh jiwaku...
Masih tersisa rasa rindu di sudut ruang tak berpintu...
Menunggu penjaga masuk tanpa mengetuk..
Masih terasa Tetes air hujan basahi tanah yang tetap kering menahan debu..
Tampak tatap mata teduh mengundang tuk melabuhkan rindu..
Bibirmu yang terkatup membuat slalu ingin ku kecup...
Aku Masih Kangen..

KASIH datanglah bersama Api agar dapat kudekap hangatmu di dadaku..
KASIH hadirlah dengan angin agar senantiasa menemaniku dalam tiap helaan nafasku..
KASIH mengalirlah seperti air yang mengisi tiap ceruk tiap celah hidup..
Menyegarkan Sembuhkan dahaga membawa kehidupan dan kebangkitan..
KASIH kemarilah bagai Tanah tempatku menumbuhkan Cinta..
Meletakkan harapan Baru dimasa datang..
Menjadi tempatku Membaringkan diri..


Getarkan rasa Cintamu Sepenuh Penyerahan diri karena SADAR  akan diri yang tiada  daya dan upaya...
Getaran Cinta bagaikan Air Bah yang Menembus Batas..


Semakin Jauh Langkah menapaki keSEJATIan...Tipis sekat Gelap dan Terang...
Semakin dalam menyelam kedalam Samudra Kasih ada dan Tiada apa bedanya...
Terbang diKetinggian menjelajah Ruang..mengarungi Waktu...
Semakin kecil kita dalam genggaman kuasaNYA..

Dibelahan hati...diantara detak jantung biarlah dirimu ada..
Mengalir bersama darah hingga ke ujung nadi..

Rabu, 07 Oktober 2015

KARYA SASTRA JAWA KLASIK

DARMAGANDHUL.
Carita adêge nagara Islam ing Dêmak bêdhahe nagara Majapahit kang
salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama
Islam.
Gancaran basa Jawa ngoko.
Babon asli tinggalane
K.R.T. Tandhanagara, Surakarta.
Cap-capan ingkang kaping sêkawan 1959
Toko Buku "Sadu-Budi" Sala.

BÊBUKA.

Sinarkara sarjunireng galih, myat carita dipangikêtira, kiyai
Kalamwadine, ing nguni anggêguru, puruhita mring Raden Budi,
mangesthi amiluta, duta rehing guru, sru sêtya nglampahi dhawah,
panggusthine tan mamang ing lair batin, pinindha lir Jawata.